Ia datang tanpa pesan Menjelma malam membuyar binar Kusambut tanpa gelora merah membara merekah Atau jantung yang berdebar menggelepar Tapi tak sadar sudah meracau tentang apa saja Seperti pasir dalam kerangka waktu tidak pernah bergerak Dan masa-masa yang hilang runtuh menjauh Ia pergi lagi-lagi tanpa prediksi Menjelma sepi pada malam pekat hitam Meninggalkan hati yang masih meraba Jiwa yang meronta untuk mencari Tentang segala hal yang tak diketahui pasti Melahap lelap tidur ciptakan lantur Dan masa-masa yang hilang kembali terkenang Mungkinkah waktu bermain dengan nasibku? Ataukah hanya aliran khayal yang menggumpal?