Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Nostalgia: Pengingat Substansial atau Remeh-temeh Pengadu Rasa?

Beberapa waktu lalu saya baru saja menengok kembali album usang yang sudah lama diabaikan. Pada lembar pertama ada jepretan ulang tahun saya dan kakak yang kebetulan jatuh pada hari yang sama, saat saya berumur 7 dan kakak berumur 10 tahun. Foto lain memperlihatkan saya ketika mengambil kue ulang tahun, dan di sebelahnya adik saya sedang menangis karena suatu hal yang saya sendiri sudah lupa apa.  Setiap lembaran albumnya mengingatkan pada momen-momen yang sudah berlalu, pada tahun-tahun yang tidak akan kembali, pada kesempatan yang berani untuk diambil, dan pada kesempatan lain yang ditinggalkan entah karena takut atau justru bentuk lain dari keberanian itu sendiri. Ah, apa pentingnya sih mengingat masa lalu? Toh kami — saya kecil dan saya sekarang — sudah berjarak, dua orang yang tidak pernah bertemu dan tidak saling kenal. Menjadi dewasa mengingatkan saya bahwa tidak semua yang saya pelajari dan percaya ketika kecil benar adanya. Perjalanan dari tahun ke tahun membukakan setiap ...

Menjadi Ragu: Obat Pengantar Frustrasi atau Landasan Opini?

Beberapa tahun belakangan banyak mengalami keresahan-keresahan yang sifatnya tidak pasti dan abstrak, tepatnya ketika dihadapkan dengan kenyataan pascalulus kuliah. Pertanyaan yang datang silih berganti tidak lepas dari benar atau salahnya setiap keputusan yang diambil, keyakinan yang ditetapkan, dan tujuan hidup. Dulu ketika SMA saya berharap bahwa kuliah akan mendatangkan passion yang saya nanti-nantikan, dengan dibukanya akses pembelajaran yang lebih luas dari apa yang didapatkan sewaktu SMA. Lalu ketika kuliah saya berharap hal yang sama, bahwa dunia kerja akan memberikan praktikalitas untuk menggiring hal tersebut. Memang, ini lebih terkesan seperti kabur dari tujuan hidup dibandingkan mengejarnya ya, hahaha. Rasa-rasanya sering sekali saya melangkah untuk terhempas kembali ke titik nol. Terobsesi dengan definisi  passion  sebagai sesuatu yang mutlak dan tidak tergoyahkan. Ketidakpastian membawa keraguan yang berevolusi menjadi keraguan yang lain, hingga akhirnya membuahk...

Hal-hal yang Dipatahkan dan Dipaksakan

Penghormatan merajalela Mematahkan logika Lancarkan pretensi   Toleransi dikesampingkan Perlihatkan kuasa Mencabut akalnya   Ekspektasi menyelimuti Menormalkan segala Menjadi keji   Persepsinya menggerogoti Bersemayam prasangka Butakan sadarnya   Bersemayan hati nurani Tak terlihat rupanya Terbenamlah belas kasihnya Tergantikan ambisi

On Being Uninspired: The New Minimalism, Inner Fear and Reconciliation

Floods causing thousands to flee their homes in South Kalimantan, an intense earthquake destroying houses and killing people in West Sulawesi, signs of intensified volcanic activity were seen on Semeru, and the COVID-19 pandemic is surging — not ending.   I didn't have road maps for navigating my reactions to the news. I was unable to keep up, m y brain over-expanded and  ran out of space. When you are exposed to too much at once you'd rather absorb less. Y ou become desensitized. Like a leak that overflows rapidly from a bucket full of water. My instinct told me to shut myself down from external chaos; I might have read the news but they just went through me without leaving a trace. A coping mechanism so they wouldn’t have an impact on me — so my head wouldn't explode into chunks.  It was so chaotic that I didn’t know what to believe or where to start. For a person who tends to get excited easily, it was surprising that nothing could grab my attention. Nothing of g...