Aku ingin menenggak habis kopinya segera
Menggiring segar pada pagi kabut
Kau ingin menyeruputnya pelan
Menghirup satu demi satu aroma citrus, karamel dan nektar
Aku takut didih air menguap jadi dingin
Pahitnya kian terasa, terasa jadi hambar
Kau takut panasnya hanguskan lidah
Dan kita kelu tak sanggup bicara
Untuk kesekian kalinya kita terbentur pada hal serupa
Entah kamus hilang ke mana, kalah dan mengalah dianggap sama
Lalu kita tiba di satu titik pendar yang menyentil gusar
Kita sama-sama tau yang kita tak mau: kata teranulir, kita tinggal raga
Mungkin tak perlu tergesa-gesa
Yang dinanti akhirnya akan datang
Sadarku
Mungkin tak perlu menunggu
Yang dinanti terkadang harus dikejar
Jawabmu
Menggiring segar pada pagi kabut
Kau ingin menyeruputnya pelan
Menghirup satu demi satu aroma citrus, karamel dan nektar
Aku takut didih air menguap jadi dingin
Pahitnya kian terasa, terasa jadi hambar
Kau takut panasnya hanguskan lidah
Dan kita kelu tak sanggup bicara
Untuk kesekian kalinya kita terbentur pada hal serupa
Entah kamus hilang ke mana, kalah dan mengalah dianggap sama
Lalu kita tiba di satu titik pendar yang menyentil gusar
Kita sama-sama tau yang kita tak mau: kata teranulir, kita tinggal raga
Mungkin tak perlu tergesa-gesa
Yang dinanti akhirnya akan datang
Sadarku
Mungkin tak perlu menunggu
Yang dinanti terkadang harus dikejar
Jawabmu
Comments
Post a Comment