Daun itu berguguran
Meninggalkan ranting yang menyanggahnya
Daun itu terbang, terbawa angin lalu jatuh bertebaran
Ranting pun kecewa
‘Untuk apa aku hidup jika tak ada lagi yang kusanggah?’ ucapnya pelan.
Jarak itu semakin besar, cahaya itu sirna
Meninggalkan bumi yang kehilangan hangatnya
Mereka berpisah dan langit pun biru
Ia terus menunggu tanpa gentar
Begitu setiap detik, setiap hari, setiap tahun
Hingga malam datang ke pelukan
Seperti bumi yang ditinggalkan cahaya…
Seperti langit yang ditinggalkan bulan…
Meninggalkan ranting yang menyanggahnya
Daun itu terbang, terbawa angin lalu jatuh bertebaran
Ranting pun kecewa
‘Untuk apa aku hidup jika tak ada lagi yang kusanggah?’ ucapnya pelan.
Cahaya itu perlahan menjauh
Bumi mengejarnya, namun ia tak mampuJarak itu semakin besar, cahaya itu sirna
Meninggalkan bumi yang kehilangan hangatnya
Langit menangis, merintih pilu
Ketika pagi datang, bulan memudarMereka berpisah dan langit pun biru
Ia terus menunggu tanpa gentar
Begitu setiap detik, setiap hari, setiap tahun
Hingga malam datang ke pelukan
Ia berjalan lunglai…
Seperti ranting yang ditinggalkan daun…Seperti bumi yang ditinggalkan cahaya…
Seperti langit yang ditinggalkan bulan…
Comments
Post a Comment